Kasus pneumonia pada manusia yang tidak diketahui penyebabnya dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2019, di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Komisi Kesehatan China juga mengungkapkan sejauh ini ada 1.975 kasus pneumonia yang disebabkan virus korona.
Virus menunjukkan gejala seperti flu dan awalnya dikira pneumonia ini menjangkit wilayah itu sejak Desember.
Otoritas kesehatan di Wuhan mengkonfirmasi bahwa orang keempat meninggal dunia karena pneumonia, dengan penularan dari manusia ke manusia.
Jasarevic menambahkan bahwa ada beberapa penyebab potensial wabah pneumonia, di antaranya yang lebih umum adalah Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS).
Periode sapuan hawa dingin disertai dengan angin yang menusuk dan kabut pekat itu cenderung akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
Di negara-negara maju, infeksi paru-paru mempengaruhi orang tua. Sementara di negara berkembang, penyakit mematikan ini menyerang anak-anak, hingga ratusan ribu meninggal setiap tahunnya.
Diare masih jadi penyebab nomor dua kematian terbanyak pada balita di Indonesia setelah Pneumonia.
Lebih dari 50% jemaah haji mengeluhkan penyakkit asma, pneumonia, bronchitis, hingga TB paru
Terakhir ia dirawat inab karena pneumonia. Pada bulan Februari lalu, ia juga rutin ke Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan.