Dalam sejumlah uji coba, konsumsi blueberry ditunjukkan mampu meningkatkan hasil tes kognitif. Peningkatan terlihat baik pada tugas-tugas memori jangka pendek maupun pengendalian impuls dalam situasi penuh tekanan.
Temuan menunjukkan bahwa orang yang mengalami gangguan tidur setidaknya tiga kali seminggu selama lebih dari tiga bulan memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengalami penurunan fungsi kognitif ringan atau demensia. Risiko ini tetap signifikan meskipun faktor lain seperti tekanan darah tinggi, apnea tidur, dan konsumsi obat sudah diperhitungkan.
Kemampuan otak kita untuk fokus, menahan impuls, dan menyelesaikan tugas tidaklah tetap sepanjang hidup. Keterampilan yang dikenal sebagai kontrol kognitif ini, berkembang sejak kecil, mencapai puncak di usia dewasa muda, dan menurun perlahan saat menua.
Study: Rutin Bantu Orang Lain Bisa Perlambat Penurunan Fungsi Otak hingga 20 Persen
Penuaan kognitif mungkin bermula dari penurunan performa ‘pabrik protein’ di dalam sel otak, jauh sebelum gejala pertama muncul.
Penemuan ini berasal dari studi jangka panjang terhadap 8.623 orang dewasa, yang menunjukkan bahwa keterlambatan dalam mendeteksi bentuk samar – seperti segitiga pucat di layar komputer – bisa menjadi indikator awal terjadinya gangguan kognitif.
Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan daya ingat lebih dini
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesehatan mulut berperan penting dalam memperlambat proses penurunan kognitif, mengingat bakteri dalam mulut dapat memengaruhi fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Kebiasaan mengonsumsi konten ringan dan tidak menantang alias receh secara berlebihan bisa menyebabkan brain rot, istilah yang menggambarkan penurunan kemampuan berpikir akibat paparan informasi receh secara terus-menerus
Stunting berisiko melemahkan imunitas, juga menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif.