Tahun 2022, Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo mendapat kegiatan IPDMIP di 3 lokasi Desa yang pengairan lahan sawahnya dari Daerah Irigasi (DI) Penungkulan yaitu Desa Kedungpoh, Jetis dan Kalinongko.
Melalui kegiatan pendampingan dan Sekolah Lapang Program IPDMIP yang meyakinkan petani untuk menerapkan teknologi budidaya tanaman yang direkomendasikan.
Pengetahuan tersebut disampaikan melalui kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP yang dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI) Talang Kuning.
IPDMIP diharapkan dapat memberikan manfaat pada peningkatan nilai dan keberlanjutan irigasi pertanian sehingga dapat mencapai sasaran, yaitu peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia.
Kunci program IP400 yakni menggunakan benih genjah, kualitas unggul, pupuk berimbang, pupuk organik dan manajemen air irigasi
Tujuan IPDMIP, sebagai proyek pemerintah yang dilaksanakan di daerah irigasi, mendukung terwujudnya ketahanan pangan dengan mengedepankan pertanian berkelanjutan.
PLTS untuk irigasi menjadi salah satu apikasi langsung teknologi solar rooftop yang sangat membantu para petani.
Terjadi juga efisiensi pengunaan pupuk setelah pemanfaatan PUTS (perangkat uji tanah sawah), yang masing-masing SP-36 44,70 persen, KCL 38,40 persen, NPK 23,40 persen, dan Urea 16,10 persen.
Irigasi otomatis ini dikembangkan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dengan menerapkan pendekatan yang ramah lingkungan.
Para penyuluh mendampingi petani terutama dalam mengimplementasikan inovasi dan teknologi, bagaimana mengakses Kredit Usahan Rakyat (KUR), dan mengelola keuangan dengan benar untuk usahatanianya.