Pengembangan keahlian program studi mengacu pada perkembangan komunikasi terkait globalisasi, bisnis, politik, dan seni budaya.
Melalui kecanggihan media sosial, anak-anak muda cenderung mengikuti semua yang sedang tren di dunia dan tidak menyadari lama kelamaan akan mendegradasi pemahaman mereka terhadap budaya bangsa sendiri.
Di tengah hiruk pikuk modernisasi dan derasnya arus globalisasi, upaya untuk merawat kebudayaan akan dihadapkan pada berbagai tantangan yang semakin kompleks.
Dalam konteks pemajuan kebudayaan, globalisasi seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai ancaman.
Perubahan pengaturan bidang pengupahan harus menjawab tantangan dinamika globalisasi dan transformasi teknologi serta informasi yang berdampak pada perubahan tatanan sosial dan ekonomi termasuk pola hubungan kerja.
Derasnya arus globalisasi yang menawarkan faham yang tidak selaras dengan jati diri ke-Indonesiaan, muncul kekhawatiran bahwa semangat kebangsaan di kalangan generasi muda akan semakin memudar.
Menurut Lestari, Pancasila tidak hanya bisa dilihat sebagai asas dalam bernegara, namun juga harus bisa sebagai dasar berperilaku dalam keseharian sebagai anak bangsa.
Era globalisasi tidak mungkin dihindari oleh Indonesia. Tekanan global ini membuat Indonesia terintegrasi ke dalam perjanjian internasional.
Penguasaan bahasa asing kini menjadi konsekuensi globalisasi yang semakin pesat. Ini dialami berbagai negara termasuk negara-negara Asia Tenggara (Asian).
Tekanan arus globalisasi di era disrupsi, di mana informasi global dengan leluasa bisa diakses tanpa filter, maka membumikan Pancasila dihadapkan pada sebuah tantangan besar.