Amerika Serikat menewaskan Soleimani dalam serangan di Irak yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump
Beberapa ahli hukum AS berpendapat, Trump tidak memiliki otoritas hukum untuk membunuh Soleimani di tanah Irak tanpa izin dari pemerintah Irak.
Pejabat AS era Presiden Barack Obama menilai, Trump kini telah menghapus peluang untuk mengeluarkan AS dari "perang tanpa akhir" di Timur Tengah.
IRGC mengumumkan pada Jumat (3/1) pagi bahwa Mayor Jenderal Soleimani dan al-Muhandis menjadi tegwas dalam serangan yang helikopter AS. Kelompok pro-pemerintah Irak juga mengkonfirmasi insiden itu.
Pernyataan yang disampaikan Gedung Putih pada Kamis (2/1) itu muncul sehari setelah delapan orang tewas, dalam serangan rudal Suriah di provinsi tersebut.
Hingga kini para pemimpin kongres masih mengalami kebuntuan tentang bagaimana proses dan aturan persidangan tersebut akan dilakukan,
Menyusul ancaman Trump, Kepala Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan,pasukannya siap menghadapi AS dan sekutunya.
Presiden dari partai Republik itu menganggap pemalsuan DPR yang dipimpin Demokrat hanya sebagai tipuan.
Tetapi semua orang harus tahu, Iran berkomitmen kuat untuk kepentingan negara dan martabat, kemegahan, dan kemajuan bangsa Iran
Larangan uji coba rudal balistik nuklir dan antarbenua (ICBM), yang sudah disepakati dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tidak lagi berlaku.