laporan intelijen AS (CIA) terkait keterlibatan Pangeran Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman dalam skandal pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi hanya prasangka.
Mohammed bin Salman akan menghadiri pertemuan G20 di Buenos Aires pada akhir bulan yang juga akan dihadiri oleh para pemimpin dari Amerika Serikat, Turki dan negara-negara Eropa.
Analis politik mengatakan Raja Salman dari Arab Saudi dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman mungkin mengurangi perang di Yaman dan blokade Qatar sebagai bentuk balas budi terhadap AS.
Trump mengatakan meskipun ada kemungkinan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman terkait pembunuhan Jamal Khashoggi, AS akan tetap menjadi mitra setia kerajaan.
Sejak tewaskanya Khashoggi, Riyadh dipaksa untuk mencopot MBS. Tetapi Raja Salman tampaknya bertekad untuk memastikan putranya tetap di pucuk kepemimpinannya.
Di tengah gejolak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, sejumlah anggota keluarga penguasa Arab Saudi berupaya mencegah Putra Mahkota Mohammed bis Salman (MBS) menjadi raja
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan siap menawarkan pengampunan kepada Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, jika mengaku dalang dari pembantaian brutal, kejam dan membunuh dari kontributor Washington Post, pembangkang Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
CIA menahan Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman, yang bertanggung jawab atas pembunuhan 2 Oktober.
Kesimpulan CIA bertentangan dengan klaim pemerintah Saudi yang menyebut bahwa sang pangeran tidak terlibat dalam pembunuhan keji tersebut.
Jaksa Arab Saudi menuntut hukuman mati bagi lima tersangka pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Sementara, Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman masih bebas dari kesalahan apapun.