Mayat kedua bersaudara tersebut ditemukan mengambang dekat Riverside Park sekitar 5,6 kilometer hilir dari Jembatan George Washington.
Turki mengatakan bahwa jasad jurnalis Jamal Khashoggi telah dihancurkan tak lama setelah dibunuh dan dimutilasi, di Konsulat Arab Saudi, Istanbul.
Tuntutan ini menyusul terjadinya eksekusi mati yang dilakukan oleh Saudi terhadap PMI Tuti Tursilawati pada Senin, 29 Oktober lalu.
Israel, Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) mendukung keras Pangeran Bin Salman terkait pembunuhan Khashoggi.
Pesawat-pesawat tempur Saudi juga menyerang pangkalan udara dan daerah sekitarnya, sebelah utara Sana`a sepuluh kali.
Pemerintah Amerika Serikat mendesak pihak Arab Saudi untuk mengembalikan sisa-sisa potongan jasad Jamal Khashoggi ke keluarganya untuk dimakamkan sesegera mungkin.
Mohammed Bin Salman (MBS) menyebut jurnalis Jamal Khashoggi, yang terbunuh di Konsulat Saudi sebagai sosok Muslim yang berbahaya.
Awal pekan lalu, Kepala Jaksa Turki mengungkapan bahwa kolumnis The Washington Post tersebut telah dicekik hingga mati lemas, lalu tubuhnya dipotong-potong, tak lama setelah memasuki konsulat.
Mantan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Turki Al Faisal, secara terbuka mengatakan bahwa pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, sama saja dengan pembunuhan terhadap seluruh umat manusia.
Lembaga itu memperkirakan utang publik Saudi akan meningkat sebesar 17,7 persen selama tahun depan.