Putri sang jenderal, Zainab, dalam kerumunan peziarah mengecam Washington dan mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap tentara AS yang ada di Timur Tengah.
CAIR mengatakan, pihak cukai dan Kontrol Perbatasan AS (CBP) ditahan lama dan menanyai warga Iran yang kembali ke AS setelah menghadiri konser di kota Vancouver Kanada pada Sabtu (4/1).
Trump mengklaim bahwa militernya akan mencapai sasaran yang sangat penting, termasuk situs warisan budaya, jika Iran membalas kematian Letnan Jenderal Iran, Qassem Soleimani.
Menargetkan situs budaya dengan aksi militer dianggap sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional, sebuah poin yang sebelumnya diajukan para pejabat Iran.
Dia menepis spekulasi mengenai serangan balasan Iran, dan menggambarkan ancaman yang ditimbulkan oleh Soleimani dalam jangka panjang akan berdampak luas.
Dalam pengumuman yang disampaikan pada Minggu (5/1), pernyataan itu menekankan bahwa setelah keputusan tersebut, Iran akan melanjutkan program nuklirnya hanya berdasarkan kebutuhan teknisnya.
Pernyataan Johnson menghilangkan semua keraguan bahwa pemerintah Inggris mendukung tindakan AS dan siap membantu Gedung Putih dalam melawan Iran jika perang meletus.
Iran mengumumkan tidak akan lagi mematuhi Perjanjian Nuklir 2015, setelah Amerika Serikat (AS) membunuh komandan Pasukan Quds, Jenderal Qassem Soleimani
Respons terhadap pembunuhan Jenderal Soleimani bukan hanya tanggung jawab Iran, tetapi juga seluruh sumbu perlawanan
Salah jika meninggalkan pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani tanpa tanggapan.