Wilayah semi-otonom Hong Kong telah tenggelam dalam kekacauan sejak Juni karena penolakan terhadap RUU ekstradisi
Polisi semprotkan cairan merica untuk memecah kerumunan demonstran tersebut di awal, sebelum kemudian membuat barisan untuk berhadapan dengan orang-orang yang melemparkan botol kaca dan batu
Kedua negara juga terlibat dalam sejumlah perselisihan lain, termasuk operasi angkatan laut AS di Laut Cina Selatan, dan hubungan AS dengan Taiwan, dan dukungan Kongres AS untuk para pengunjuk rasa di Hong Kong.
Penyelenggara memperkirakan bahwa sekitar 800.000 orang berpartisipasi dalam protes di Victoria Park
Pengunjuk rasa Hong Kong kembali akan turun ke jalan-jalan dalam jumlah besar pada Minggu (8/12) sore, untuk terus menekan kepemimpinan Carrie Lam yang dinilai pro-China.
Pada 29 September lalu, Veby berada di antara kerumunan wartawan yang meliput aksi demonstrasi di Hong Kong. Namun tembakan polisi, menyasar matanya dan berujung kebutaan.
Sebagai tanggapan atas perilaku yang tidak masuk akal dari pihak AS, pemerintah China memutuskan menangguhkan kapal AS yang ingin bersandar di Hong Hong untuk istirahat.
Unjuk rasa tersebut menandai berakhirnya jeda pemilihan umum dewan distrik, dan kembali ke demonstrasi besar-besaran yang telah dilakukan warga Hong Kong selama hampir enam bulan terakhir.
China mengutuk Amerika Serikat karena menandatangani RUU menjadi undang-undang dalam mendukung para demonstran pro-demokrasi Hong Kong
Undang-undang itu mengharuskan Departemen Luar Negeri setiap tahun memastikan Hong Hong mempertahankan otonomi mereka. Gedung Putih juga akan bertekad membantu Hong Kong sebagai pusat keuangan dunia.