Keputusan itu menyusul serangan drone besar-besaran Yaman pada infrastruktur minyak Riyadh.
Arab Saudi diminta menghentikan agresi dan blokade terhadap Yaman, atau tentara Yaman menghantam Negeri Petro Dolar di mana saja dan kapan saja yang dipilihnya.
Dua serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas Abqaiq dan Khurais. Abqaiq adalah rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar milik negara, Saudi Aramco.
Sepuluh drone yang diterbangkan gerakan Ansarullah Yaman untuk menyasar fasilitas minyak utama Arab Saudi di Abqaiq dan Khura pada Sabtu (14/9).
Padahal Washington pada Minggu (15/9) kemarin menuding Iran sebagai dalang atas serangan drone yang menargetkan pabrik minyak Arab Saudi.
Saudi Aramco, yang memompa sekitar 9,8 juta barel per hari pada Agustus, akan dapat menjaga pelanggan dipasok selama beberapa minggu dengan menggambar pada jaringan penyimpanan global.
Drone pertama muncul pada Rabu malam pukul 19.35 waktu setempat, dan melayang di atas posisi tentara Lebanon di Desa Adaisseh. Drone itu kembali ke Israel setelah diserbu tembakan.
Moskow sangat berkomitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan stabilitas Lebanon.
Presiden Lebanon Michel Aoun pada Senin kemarin mengecam serangan drone yang dituduh milik Israel, sebagai "deklarasi perang".
Insiden itu menimbulkan kerusakan parah pada bangunan, meskipun muatan pesawat tidak meledak.