Elektabilitas pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma`ruf Amin masih unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jelang pelaksanaan Pilpres 2019.
Masa kampanye yang terbilang cukup panjang membuat pasangan kandidat capres-cawapres yang bertarung dalam Pilpres 2019 mulai terlihat kewalahan alias sempoyongan.
Masyarakat mulai jenuh dan bosan dengan kampanye dua kubu pasangan capres-cawapres yang berlaga dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Bahkan, Pilpres dianggap seperti pemilihan kepala desa (Pilkades).
Presiden Jokowi ternyata merupakan salah satu santri dari Situbondo, Jawa Timur. Hal itu baru diketahui berdasarkan informasi salah satu kiai pondok pesantren di Situbondo yang pernah menjadi guru Jokowi.
Tim ekonomi pemerintahan Presiden Jokowi diminta untuk segera mengatasi kenaikan harga beras medium. Jika tidak, kenaikan harga beras itu akan menjadi senjata bagi oposisi untuk menyerang pemerintah dalam kontestasi Pilpres 2019.
Pelaksanaan Pemilu 2019 yang digelar secara serentak antara Pilpres dan Pileg, terpaksa membuat partai politik (Parpol) yang ada dalam koalisi harus menjadi kawan dan lawan.
Lebih dari 500 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilpres 2019.
Pilpres ini dikatakan waktu yang singkat, enggak juga. Dikatakan waktu yang lama, juga enggak sebetulnya. Karena orang sering mengatakan terlalu dini, terlalu subuh, terlalu cepat untuk bicara pilpres. Saya pikir enggak juga.
Memilih pemimpin bukanlah seperti membeli kucing dalam karung. Agar negara tak terperosok ke ambang kehancuran, ia harus didasarkan pada pertimbangan yang jelas dan terukur.
Bagi masyarakat yang sehat, pasti melihat sejumlah prestasi yang ditorehkan oleh presiden Jokowi sepanjang empat tahun memerintah. Salah satu prestasi yang dilakukan Jokowi adalah pemerataan pembangunan.