"Meluasnya wabah Covid19 di berbagai daerah saat ini sudah berdampak pada sektor pangan dan daya beli masyarakat, sehingga kebijakan ekonomi presiden harus segera direalisasikan. Terutama mereka yang bekerja di sektor informal dan berpendapatan harian serta yang bergantung pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," ujar Amin.
Kementan menggandeng para startup yang bergerak di bidang penjualan online untuk melakukan pembelian terhadap hasil panen para petani.
Kemendag juga berencana untuk mengalihkan gula dari industri gula di Lampung ke Jakarta berdasarkan hasil rapat bersama antara Kemendag dan satgas Pangan serta Pemda yang dipimpin Gubernur Lampung.
Mengandalkan kemampuan pertanian dalam negeri dan dukungan stimulus kepada petani dapat dijadikan salah satu topangan pertahanan Indonesia dalam kondisi krisis.
Jokowi juga meminta agar semua pihak melakukan refocusing kegiatan dan melakukan relokasi anggaran untuk penanganan COVID-19.
Dalam rancangan UU Cipta Kerja Omnibus Law, pemerintah menyatakan bahwa kebutuhan pangan domestik akan dipenuhi oleh pasokan domestik dan impor.
Lonjakan ekspor pangan pertaniannya dari Iran selama dua tahun terakhir, dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak. Hal itulah yang mendorong petani di Iran beralih menanam gandum dan beras.
Penyebaran COVID-19 sangat berbahaya dan berdampak luas ke berbagai sektor. Salah satu imbasnya adalah terganggunya produksi petani di seluruh daerah.