Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan Ketua DPR Setya Novanto untuk mengundurkan diri. Hal itu dinilai untuk kebaikan DPR dan Partai Golkar.
Guna mengendalikan Partai Golkar pada Pilpres 2019, Presiden Jokowi harus mengambil alih ketua umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto.
Kendati sudah ada kesepahaman antara Jokowi dengan Jusuf Kalla, namun agaknya langkah Airlangga juga tidak akan terlalu mulus. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhitungkan.
Presiden Jokowi berpotensi untuk mengambil alih kursi Ketua Umum Partai Golkar untuk menggantikan posisi Setya Novanto.
Dua tokoh Partai Golkar disebut berpotensi untuk menggantikan posisi Setya Novanto sebagai ketua umum (Ketum) Partai Golkar.
Munaslub Golkar akan dijadwalkan setelah menunggu keputusan hasil sidang pra-peradilan yang diajukan Setya Novanto, yang berlangsung pada Kamis, 30 November.
Alasan Pertama, kata Fayakhun, Airlangga sosok yang sangat familiar dengan dunia teknologi informasi.
Nurdin Halid mengatakan Idrus Marham akan menemui Ketua Umum Golkar Setya Novanto untuk membujuk mundur dari jabatannya di partai.
Akom yang juga sempat menjabat Ketua DPR itu mengatakan bahwa munaslub tidak perlu menunggu hasil praperadilan.