Setidaknya 2 aspek yang sangat berpengaruh bagi kemajuan perekonomian yaitu ketersediaan natural resources dan human resources.
Tenaga kerja terampil dengan tingkat produktivitas tinggi menjadi kunci penggerak sektor industri potensial untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Ia mendorong para PNS Kemnaker untuk terus meningkatkan integritas dan kapasitas.
Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, pada tahun 2022 ini menargetkan akan melatih sebanyak 145.370 peserta pelatihan vokasi nasional.
Menko Airlangga mengatakan, dalam konteks ketenagakerjaan, investasi sangat penting paling tidak untuk 5 alasan.
Pendekatan yang dilakukan melalui pelatihan vokasi berbasis komunitas masyarakat.
Pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci karena melalui pendidikan vokasilah Mahasiswa bukan hanya disiapkan menjadi job seeker yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, tetapi juga dibentuk menjadi seorang job creator.
Kolaborasi antara pendidikan tinggi vokasi baik dengan perguruan tinggi, industri, kementerian/lembaga maupun nonkementerian/lembaga ini, diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang menjadi solusi alternatif bagi kebutuhan energi di masa yang akan datang.
Menyikapi capaian itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Wikan Sakarinto menyampaikan kebanggaannya.
BLK Komunitas ini diyakini akan memperkuat akses dan kualitas pelatihan, terutama bagi masyarakat yang kurang beruntung, termasuk masyarakat pedesaan (rural areas).