Sekelompok ilmuwan mengklaim berhasil memecahkan salah satu paradoks terbesar dalam sains, yang pertama kali diidentifikasi oleh Prof. Stephen Hawking.
Ilmuwan menemukan bahwa lebih dari 18 juta orang meninggal karena Covid-19. Jumlah ini tiga kali lipat lebih tinggi dari catatan resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Seger Handoyo menekankan pentingnya para psikolog dan ilmuwan psikologi perlu meningkatkan kompetensi, baik dalam hal praktik maupun keilmuan.
Sekelompok ilmuwan menyimpulkan bahwa penurunan cepat emisi karena Covid-19, memainkan peran kunci dalam rekor curah hujan di China pada tahun 2020.
Wanita hamil dengan COVID-19 dan anak-anak mereka yang baru lahir menghadapi risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Ilmuwan khawatir dengan jumlah lahan di Bumi yang kian menyusut tiap tahunnya. Fenomena ini berdampak pada penyelamatan planet dari perubahan iklim dan kemusnahan spesies.
Penyebaran Omicron yang cepat di seluruh dunia juga memaksa para peneliti untuk menemukan opsi yang bekerja melawan varian tersebut. Inggris saat ini memiliki penghitungan kasus COVID-19 tertinggi ketujuh secara global.
Beberapa peneliti percaya ini bisa jadi bagaimana Omicron dan beberapa varian COVID-19 lainnya berkembang.
Para ilmuwan terus mencermati sub-varian varian Omicron virus corona, untuk menentukan bagaimana kemunculannya dapat memengaruhi penyebaran pandemi di masa depan.
Penelitian yang dilakukan sekelompok ilmuwan terhadap ekosistem laut di Antartika (Kutub Selatan) menemukan, ada ancaman berbahaya yang datang dari `penumpang gelap` yang dibawa oleh kapal penangkap ikan dan parisiwata.