Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut serangan di jembatan yang menghubungkan Rusia selatan ke Krimea sebagai "aksi teroris" Ukraina dan berjanji untuk membalas.
Vladimir Putin menyebut serangan itu sebagai tindakan yang kejam dan tidak masuk akal.
Presiden Vladimir Putin mengatakan berhak menggunakan bom tandan jika amunisi tersebut dikerahkan melawan pasukan Rusia di Ukraina.
AS Salahkan China atas Maraknya Kasus Overdosis Fentanil
China-Rusia Gelar Latihan Militer Bersama di Laut Jepang
Utusan AS Tiba di China, Bahas Masalah Iklim
Paus Fransiskus Akhirnya Beri Restu ke Uskup Shanghai
Xi Jinping Serukan China Bangun Pertahanan Siber Kokoh
Belarusia mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan kelompok tentara bayaran Wagner untuk melatih tentaranya.
China Hukum Mati Guru Pelaku Pembunuhan Siswa PAUD