Menurut Cahaya, kasus ini berawal dari kecurigaan atasan yang menerima keluhan terkait proses administrasi.
13.000 warga Palestina luka-luka -3.500 di antaranya terluka akibat peluru tajam- sejak awal aksi demonstrasi Gaza pada 30 Maret, kata pejabat PBB
Penasihat keamanan nasional Jake Sullivan dan pejabat lainnya memperingatkan kemungkinan itu pada Mei 2022 menjelang perjalanan Presiden Joe Biden ke Asia.