Pasangan Agus-Sylviana yang diusung koalisi Cikeas memiliki unsur dukungan yang komplit, yakni memadukan unsur nasionalis, agamis, dan mengusung kebijakan kerakyatan.
Ternyata pesaing Ahok sudah ditentukan. Disebutkan, pesaing Ahok tersebut merupakan figur yang memiliki elektabilitas dan potensi dukungan yang sama kuatnya dengan Ahok.
Pasca PDI Perjuangan (PDIP) memutuskan dukungan kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kritikan keras pun menghampiri Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum.
Pasca PDIP memutuskan dukungan kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI, Partai Gerindra mulai bermanuver.
PDIP memutuskan dukungan kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat ke Pilkada DKI. Bagaimana perspektif di balik dukungan PDIP tersebut?
KPK harus menelisik mahar dukungan politik kepada Ahok yang nilainya ratusan miliar rupiah. Mahar untuk incumbent bisa memunculkan korupsi besar-besaran di kemudian hari.
Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham mengisyaratkan PDIP pada akhirnya akan menggandengkan kadernya Djarot Syaiful Hidayat (Djarot) dengan cagub dukungan partainya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengaku yakin PDIP segera mengambil keputusan mewujudkan pasangan Ahok-Djarot untuk didukungnya di Pilkada nanti.
PDIP meminta agar Partai Golkar tidak genit terkait pemasangan spanduk dukungan kepada Presiden Jokowi di setiap Kantor Pengurus Daerah.
Basis dukungan terbesar Jokowi berdasarkan demografi berada disegmen berpendidikan rendah dan desa.
Partai Kebangkitan Bangsa goyah terkait dukungan terhadap bakal calon gubernur DKI Sandiaga Uno. Kebimbangan PKB ketika Sandi akan menggandeng politikus PKS Mardani Ali Sera.