Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk memilih pendamping calon wakil presiden (Cawapres) dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Menurut politisi Partai Golkar ini, sosialisasi ini menjadi sangat penting ditanamkan di setiap jiwa sanubari bangsa Indonesia
Selain membenarkan, kata Novanto, Chairuman menyampaikan bahwa uang juga mengalir ke mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo.
Novanto sangat menyayangkanadanya pergantian pada pimpinan MPR dengan sisa waktu kepemimpinan periode 2014-2019 yang tinggal setahun ini.
Partai Golkar menyerahkan kriteria calon wakil presiden (Cawapres) kepada Presiden Jokowi. Sebab, hanya Jokowi yang mengetahui figur yang cocok untuk mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang.
Partai Golkar meyakini Pilpres 2019 hanya ada dua poros atau dua kandidat. Hal itu mengingat syarat untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden (Capres dan Cawapres) sebesar 20 persen kursi DPR.
Dikatakan Mahyudin, dalam pembahasan sebuah anggaran proyek, Ketua Fraksi bisa mengarahkan total anggaran yang dibutuhkan kepada anggotanya.
Irvanto berkelit pertemuan itu terjadi hanya saat-saat Partai Golkar membuat acara.
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Partai Golkar berharap Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Ormas Islam terbesar di tanah air memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.