Negeri Tirai Bambu mendesak Washington untuk menghentikan penjualan senjata ke Taipei, sambil memperingatkan konsekuensi bagi negara-negara yang mencampuri urusan dalam negerinya.
Paket tersebut diharapkan mencakup sebagian besar peluru artileri kaliber 155 mm dan rudal jika diminta. I
Amerika Serikat (AS) telah lama mendesak China untuk membantu menyelesaikan perang di Ukraina meskipun Beijing telah menolak untuk mengecam tindakan militer Rusia sebagai invasi.
Putin berulang kali memperingatkan bahwa Rusia siap menggunakan persenjataan nuklirnya jika perlu untuk mempertahankan integritas teritorialnya.
Teheran memiliki cukup bahan yang diperkaya untuk memproduksi sebanyak lima bom nuklir.
Washington perlu menghentikan eskalasi konflik Ukraina yang gila.
Sejumlah negara baru-baru ini mulai mencabut keadaan darurat domestiknya, seperti Amerika Serikat (AS).
Jelang serangan tersebut, militer Ukraina dilaporkan mengalami kekurangan amunisi, bahkan paket bantuan terbaru tersebut kemungkinan tidak akan banyak membantu mengatasi masalah tersebut.
Moskow telah berjanji untuk mengurangi produksi sebesar 500.000 barel per hari sebagai tanggapan atas sanksi Barat.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengaku pertama kali mengetahui berita dokumen AS yang bocor tersebut dari media.