Saat ini para jemaah belum bisa pulang karena terdampak kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang diberlakukan Saudi sejak 15 Maret 2020. Namun pemerintah Saudi siap memulangkan dengan syarat jemaah segera melapor.
Menurut HRW, pelanggaran tersebut termasuk penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, penghilangan paksa, dan pemindahan tahanan secara ilegal ke Arab Saudi.
Surat dakwaan itu juga menuntut 18 warga Saudi lainnya, termasuk agen intelijen dan merupakan pendamping Salman, Maher Mutreb, pakar forensik, Salah al-Tubaigy dan anggota penjaga kerajaan, Fahad al-Balawi.
Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas andilnya dalam kejahatan yang dilakukan terhadap Warga sipil Yaman.
Raja Salman memerintahkan warga dan penduduknya untuk tetap di rumah selama jam malam tersebut untuk keselamatan bersama.
Irak juga memutuskan untuk memperpanjang larangan semua penerbangan masuk dan keluar dari bandara negara itu sampai 28 Maret
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, keduanya sudah dikarantina di Rafah, sebuah kota dekat perbatasan Mesir, sejak kedatangan mereka pada Kamis (19/3).
Sebanyak 11 pasien diidentifikasi itu baru kembali dari Maroko, India, Yordania, Filipina, Inggris, UEA dan Swiss. Mereka dibawa langsung dari bandara ke rumah sakit untuk dikarantina.
Rete terkena dampak penangguhan layanan kereta api adalah jalur Riyadh-Dammam melalui Abqaiq dan Hofuf, jalur Riyadh-Jawf melalui Majmaa, Al-Qassim dan Hail, dan Haramain Express.