Jelang pemilu April 2019, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengajak Umat Islam berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
Ia meminta kepada sekutunya untuk membantu secara permanen mengalahkan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) di Suriah dan Irak.
Presiden dengan jargon Make America Great Again itu menyoroti pentingnya pangkalan militer utama di Irak untuk pengawasi kegiatan Republik Islam Iran yang mengancam.
Peluru anti kendali itu adalah bagian dari kelompok rudal jelajah Soumar, yang pertama kali diluncurkan pada 2015 dengan jangkauan 700 km, menurut menteri.
Media lokal menyebutkan bahwa serangan pada Sabtu (2/2) itu terjadi saat negara itu mengadakan perayaan resmi untuk memperingati 40 tahun Revolusi Islam Iran.
Peluncuran tersebut menandai peringatan 40 tahun Revolusi Islam 1979, masa di mana Iran resmi menjadi Republik Islam lewat referendum nasional.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negeri persia itu menghadapi tantangan ekonomi terbesar sejak revolusi Islam tahun 1979 dan dia menyalahkan Amerika setelah pengenaan kembali sanksi oleh pemerintahan Trump.
Pengunduran diri ini, dikutip dari Reuters, menjadi pukulan bagi pemerintah Palestina dalam upaya rekonsiliasi dengan para pemimpin kelompok Islam Hamas di Gaza.
Pesantren yang ada menurut HNW dikelola oleh organisasi-organisasi ummat Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan lembaga atau yayasan ummat lainnya.
Ayatollah Khamenei juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang tertinggal di belakang dunia dalam ilmu dan teknologi baru akan ditakdirkan terbelakang, dihinakan dan dieksploitasi kekuatan asing.