Desakan itu menyusul meningkatanya ketegangan satu sisi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sisi lain, sekutu Teluknya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan diadakannya KTT Teluk dan Arab di Makkah pada 30 Mei menyusul serangan terhadap dua instalasi minyak di Arab Saudi dan empat kapal di lepas pantai UEA.
Kendati demikian, negara petrominyak tersebut tetap bersikukuh tidak menginginkan perang.
Serangan itu terjadi dua hari setelah empat kapal, termasuk dua kapal tanker minyak Saudi, disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).
Sebelumnya Baghdadi mengklaim bahwa dinas keamanan Norwegia memperingatkan dia mengenai ancaman dari kerajaan Arab Saudi.
Kerajaan Arab Saudi menyerukan kepada Dewan Kerja Sama Teluk dan Liga Arab supaya menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) darurat.
Karena itu dia menjamin tidak akan ada kekurangan minyak, apalagi persediaan Amerika Serikat (AS) masih kuat.
Saluran TV Masirah yang dikelola Houthi melaporkan, koalisi melakukan 11 serangan di ibukota secara keseluruhan, dari total 19 di seluruh wilayah yang dikuasai pemberontak.
jet tempur yang dipimpin Saudi menghantam berbagai bagian ibukota pada Kamis, menewaskan sedikitnya enam warga sipil, empat di antaranya adalah anak-anak dari satu keluarga, dan melukai puluhan lainnya.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyerang kelompok Houthi di ibu kota Yaman, Sana`a pada Kamis (16/5), setelah serangan drone terhadap instalasi minyak Saudi