Sejauh ini, Jepang telah menyetujui vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech, Moderna dan AstraZeneca, meskipun yang terakhir diberikan secara terbatas.
Untuk yang komorbid tertentu, dengan adanya vaksin Moderna dan Pfizer yang relatif lebih bisa diterima tentunya atas rekomendasi dari teman-teman sejawat dari organisasi profesi.
Negara Amerika Selatan telah menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk anak-anak di atas 12 tahun, dengan 654.053 menerima setidaknya satu dosis sejak Mei.
Menurut Komite Khusus Malaysia untuk Pasokan Vaksin COVID-19, 53,5 persen populasi orang dewasa Johor telah divaksinasi penuh pada hari Minggu, sementara 84,3 persen populasi orang dewasanya telah menerima setidaknya satu dosis.
Australia berusaha menahan gelombang infeksi ketiga yang telah mengunci dua kota utamanya, Sydney dan Melbourne, dan ibu kotanya Canberra, menempatkan lebih dari setengah 25 juta penduduknya di bawah pembatasan tinggal di rumah yang ketat.
Pfizer-BioNTech telah menyerahkan data yang diperlukan tentang suntikan booster ke Food and Drug Administration (FDA), Moderna belum menyelesaikan prosesnya.
Australia, yang sebagian besar tidak divaksinasi karena langkanya pasokan suntikan Pfizer dan kegelisahan publik tentang vaksin AstraZeneca, sedang berjuang melawan gelombang terburuk dari virus corona baru sejauh ini.
Prefektur Kanagawa mengatakan pada Selasa (31/8) beberapa partikel hitam dalam satu botol vaksin moderna ditemukan setelah memeriksa zat asing sebelum digunakan, dan sisanya telah ditunda.
Pfizer mengatakan, uji coba tahap pertengahan hingga akhir terbaru akan mendaftarkan 1.140 orang dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit dengan virus corona yang tidak berisiko sakit parah.
FDA sedang mempertimbangkan suntikan booster vaksin Pfizer-BioNTech, tetapi sejauh ini hanya diperbolehkan bagi orang dengan sistem kekebalan yang lemah untuk menerima dosis ketiga dari suntikan Modern atau Pfizer.