Larangan uji coba rudal balistik nuklir dan antarbenua (ICBM), yang sudah disepakati dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tidak lagi berlaku.
Departemen Pertahanan AS mengatakan telah menguji coba rudal balistik jarak menengah, tes kedua dalam empat bulan dari rudal ofensif, yang dilarang di bawah INF.
Amerika Serikat (AS) menguji coba rudal balistik jarak menengah pada Kamis (12/12) tengah malam.
Pyongyang mengatakan, pihaknya sudah melakukan uji yang sangat penting di lokasi mesin rudal, mungkin tes darat dari mesin untuk menyalakan peluncur satelit atau rudal balistik antarbenua (ICBM).
Moskow malah mengatakan, pihaknya tidak melanggar kesepakatan itu dan yakin AS berencana untuk meninggalkan kesepakatan itu sebagai bagian dari rencananya untuk mengembangkan rudal canggihnya sendiri.
Dikatakan bahwa hulu ledak ICBM itu berhasil mencapai target yang ditentukan sekitar 2.100 kilometer jauhnya di kisaran Sary-Shagan di Kazakhstan.
Proyektil diluncurkan dari provinsi Pyongan Selatan pada Kamis (31/10) sore, tanpa diketahui jenis perangkat yang dilibatkan atau seberapa jauh rudal terbang.
Netanyahu mengatakan bahwa Iran sedang bekerja keras untuk menghasilkan rudal balistik yang dapat mencapai target apa pun di Timur Tengah.
Mampu menangani target pada jarak 400 kilometer dan pada ketinggian hingga 30 kilometer, sistem rudal dapat menghancurkan pesawat serta rudal jelajah dan balistik.
Peluncuran uji coba itu dilakukan selama latihan militer