Pasangan Jokowi-Cak Imin (JOIN) menjadi harga mati bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). JOIN dinilai sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) ideal pada Pilpres 2019 mendatang.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi selama dua kali dalam minggu ini.
PKB memastikan kiai Nahdlatul Ulama (NU) dan warga nahdiyin memberikan mandat kepada Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.
PKB optimistis nama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) salah satu dari lima nama yang telah dikantongi Presiden Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dikabarkan bertemu dengan Presiden Jokowi, di Istana Bogor, Rabu (11/7). Apa pembahasan dalam pertemuan tersebut?
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini Presiden Jokowi tidak akan memilih Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Sebab, Mahfud diyakini tidak dapat mendongkrak elektabilitas Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019.
Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar menyayangkan tingginya harga tiket pembukaan Asian Games yang dihelat pada 18 Agustus mandatang
Wacana poros ketiga yang sedang digalang Partai Demokrat dinilai akan menggerus elektabilitas Presiden Jokowi sebagai kandidat calon presiden (Capres) incumbent. Untuk itu, partai koalisi pendukung Jokowi diminta untuk berhati-hati.
Partai Demokrat sedang menggalang poros ketiga atau kekuatan baru yang disebut koalisi kerakyatan dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Wacana poros ketiga itu dinilai akan menggerus elektabilitas Presiden Jokowi.
Pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini menyatakan siap mendukung pasangan Jokowi-Muhaimin