Serangan di Gaza terjadi setelah Israel mengumumkan penutupan perbatasan Karem Shalom
Protes lebih lanjut direncanakan pada apa yang dianggap Palestina sebagai "hari malu" mereka, yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Israel dalam kalender Gregorian.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi dua almarhum bernama Bahaa Qdeih berusia 23 tahun dan Mohammed Abu Rida berusia 20 tahun.
Menurut militer Israel, pos itu digunakan untuk melontarkan proyektil panas ke Israel
Kementerian Kesehatan Palestina di wilayah yang dikuasai Hamas menyebutkan, setidaknya enam orang tewas akibat ledakan "misterius" di Jalur Gaza. Sementara tiga lainnya terluka.
Namun Nauert tidak menyebutkan perihal kematian wartawan foto asal Palestina Yasser Murtaja dan jurnalis Ahmad Abu Hussein selama unjuk rasa di Gaza.
Pasukan tentara Israel menembak dan menewaskan tiga warga Palestina di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza, dalam dua insiden terpisah.
Israel juga menembak dua kapal polisi laut di pelabuhan Gaza.
Pihak militer Israel mengatakan bahwa delapan warga Palestina tersebut ditahan atas dugaan keterlibatan mereka dengan organisasi ilegal
Hingga kini sudah menewaskan 39 warga Palestina di tangan pasukan Israel