Kita tidak boleh lagi kecolongan. Penyebaran kasus Covid-19 yang sempat di luar kendali harus menjadi pembelajaran. Sejak awal pemerintah harus memiliki langkah antisipasi terhadap kasus hepatitis misterius yang telah terjadi di sejumlah negara.
Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari telah menambah volatilitas di pasar keuangan, mengirim harga komoditas lebih tinggi dan mempengaruhi logistik, berpotensi menggagalkan pemulihan ekonomi dari COVID-19 di banyak negara termasuk Nigeria.
Kita patut bersyukur dengan segala capaian positif investasi di masa pemulihan ekonomi nasional yang begitu luar biasa ini. Tentunya tidak terlepas dari pendekatan kebijakan pemerintah dalam melakukan pengendalian terhadap pandemi Covid-19 secara efektif dan kelihaian para Menteri terkait, khususnya menteri BKPM Bahlil Lahadalia dalam melakukan diplomasi investasi dan penyesuaian mekanisme perizinan usaha yang lebih ramah investasi.
Pendatang baru sebanyak itu dipicu beberapa faktor. Salah satunya, kasus COVID-19 di Ibu Kota yang semakin terkendali.
Para pejabat AS mengatakan, dalam beberapa hari terakhir mereka tetap waspada tentang dukungan lama China untuk Rusia secara umum, tetapi dukungan militer dan ekonomi yang mereka khawatirkan belum terjadi, setidaknya untuk saat ini.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 yang diterima, sebanyak 48.264 orang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap pada hari ini sehingga jumlah keseluruhan penerima mencapai 165.425.255 orang.
Penambahan itu membuat total kasus selama pandemi menjadi 6.047.315 orang. Hal itu berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19.
Kita patut bersyukur, kesempatan puasa Ramadhan dan lebaran kali ini Umat Islam Indonesia sudah bisa melaksanakannya secara normal. Pandemi Covid-19 yang sedang berada pada jalur menuju pemulihan harus kita maksimalkan sebagai titik balik pertumbuhan dan penguatan ekonomi serta rekonsiliasi sosial bangsa.
Empat vaksin tersebut yaitu Sinovac, Zivifax, Merah Putih dan Sinopharm.