Di tengah Pilpres tinggal hitungan minggu, dinamika pemilih mengalami pergeseran dan berdampak pada peta kompetisi elektoral yang signifikan.
Kejagung menjadi institusi penegak hukum yang memiliki kinerja baik pada 2023. Dari hasil berbagai survei, lembaga penegak hukum yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin itu mendapat kepercayaan tinggi dari publik.
Dalam survei dengan simulasi 3 pasangan, elektabilitas Prabowo-Gibran 46,7 persen
Puspoll Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait dengan elektabilitas capres dan cawapres pada Pilpres 2024.
Saya sampaikan bahwa perjuangan kita belum tuntas dalam menjemput kemenangan. Survei yang dirilis beberapa lembaga survei, makin hari makin menunjukkan elektabilitas paslon Prabowo-Gibran dan elektabilitas Partai Gerindra mengalami kenaikan.
Pertama, konsistensi PKS dalam menjalankan peran oposisi dan menyuarakan aspirasi rakyat. Kedua, suara lantang PKS di DPR dalam menolak berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Ketiga, dukungan PKS kepada Anies Baswedan yang semakin meningkat.
Di sisi lain, dukungan untuk Gibran usai debat kemarin juga berasal dari partisan partai politik di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM). Saat ditanya cawapres mana yang tampil paling baik saat debat kemarin, sebanyak 44,4 persen pemilih PDIP memilih Gibran.
Kolaborasi antara KPU Bawaslu dan DKPP di satu pihak, kemudian di lain pihak juga dukungan kuat suara Parlemen, plus gerakan ekstra Parlemen dan yang terpenting adalah keberanian 204 juta pemilih untuk menyatakan kemerdekaan, kebebasan dan kegembiraannya untuk memilih.
Disebutkan pula bahwa pasangan Prabowo-Gibran unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden