Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa Pancasila sebagai jiwa bangsa jangan hanya menjadi slogan. Menurut Puan, Pancasila harus mengisi seluruh tatanan politik, sosial, ekonomi, budaya, serta dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari studi dan survei, masih ada kelompok masyarakat yang mempunyai paham-paham lain, bahkan ada pengaruh dari luar yang ingin mengubah ideologi Pancasila
Bamsoet menjelaskan, Empat Pilar MPR RI terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa.
Pancasila mampu mengikat keberagaman tersebut dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bertahan hingga saat ini.
Jokowi menilai pancasila tetap harus menjadi pondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pancasila sebagai ideologi bangsa, tidak boleh diterapkan secara ambigu
Kami bahagia karena alumni GMNI juga ikut mendorong dan mendukung pemerintah dalam melakukan kajian tentang 1 Juni hari lahirnya Pancasila dan hari Santri.
Bamsoet mengingatkan para mahasiswa dan generasi muda bangsa untuk mewaspadai penyebaran berbagai paham global yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa.
Sejak Reformasi, bangsa ini telah digempur oleh berbagai ideologi trans-nasional yang merongrong nasionalisme kaum terpelajar.
Pancasila sebagai puncak kebudayaan nasional juga bukanlah ideologi utopia tapi Pancasila sebagai ideologi yang dinamis dan dapat bekerja di tengah masyarakatnya.