Korea Utara mengungkap pihaknya telah melakukan uji coba rudal balistik antara benua (ICBM) yang baru dikembangkan dan dapat membawa hulu ledak nuklir yang besar
Rudal tersebut mampu mencapai Alaska, yang berjarak 5.735 kilometer dari Korut.
Rudal yang terbang sejauh 930 kilometer tersebut kabarnya jatuh di perairan Jepang.
Rudal Korut terbang sejauh 930 kilometer selama 40 menit
China kembali menekan Korut agar menghentikan program nuklirnya
Membuat kesepakatan dengan Iran hanya menunda apa yang akan terjadi pada akhirnya
Meskipun ada kecaman internasional, Korut terus meningkatkan tes rudalnya untuk mengembangkan roket bersenjata nuklir antarbenua
Penasihat Negara China Yang Jiechi pada Kamis (21/06) kemarin menyatakan bahwa China bersedia menjaga kontak dan koordinasi dengan Amerika Serikat dalam menghadapi masalah nuklir di semenanjung Korea
Amerika Serikat akan tetap berpegang pada kesepakatan nuklir Iran 2015 yang kini sudah berhasil terpenuhi, meskipun gencar melakukan protes.
Jim Mattis menuding pembangunan rudal bersenjata nuklir Korea Utara mampu mengancam negara-negara di sekitarnya