Membuat kesepakatan dengan Iran hanya menunda apa yang akan terjadi pada akhirnya
Meskipun ada kecaman internasional, Korut terus meningkatkan tes rudalnya untuk mengembangkan roket bersenjata nuklir antarbenua
Penasihat Negara China Yang Jiechi pada Kamis (21/06) kemarin menyatakan bahwa China bersedia menjaga kontak dan koordinasi dengan Amerika Serikat dalam menghadapi masalah nuklir di semenanjung Korea
Amerika Serikat akan tetap berpegang pada kesepakatan nuklir Iran 2015 yang kini sudah berhasil terpenuhi, meskipun gencar melakukan protes.
Jim Mattis menuding pembangunan rudal bersenjata nuklir Korea Utara mampu mengancam negara-negara di sekitarnya
Peluncuran pada Senin dini hari mengikuti dua uji coba coba rudal jarak menengah hingga jarak jauh dalam beberapa pekan oleh Pyongyang
Iran membangun pabrik produksi rudal balistik bawah tanah ketiga dan akan terus mengembangkan program rudalnya, menurut laporan Fars pada Kamis (25/5)
Enam butir sanksi konon sudah disetujui DK PBB terkait nuklir Korut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tugas yang sulit janji kampanye Presiden Hassan Rouhani adalah mencabut sanksi non nuklir yang sebagian besar ditekan Amerika Serikat. Meski begitu, ia mengatakan tidak ada yang mustahil bila menyangkut diplomasi
Uji coba tersebut bertujuan untuk memverifikasi spesifikasi taktis dan teknologi dari roket balistik yang baru dikembangkan dengan kemampuan hulu ledak nuklir berukuran besar.