Padahal situs tersebut sebelumnya sudah mulai dibongkar, pasca pertemuan pertama Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu di Singapura.
Moon mengatakan tidak akan menginginkan Pyongyang dan Washington untuk menghentikan dialog terlalu lama, dan dia percaya bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan pada akhirnya.
Kim Jong Un kembali melakukan perjalan selama 60 jam lebih.
Kedua negara tak menghasilkan kesepakatan apapun terkait denuklirisasi, maupun sanksi internasional.
KTT kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un gagal karena tidak sepakat soal sanksi dan denuklirisasi.
Selama pertemuan yang digelar di Hanoi, Vietnam, Pemimpin Korut Kim Jong Un tidak memberikan keterangan lengkap terkait persiapan pembongkaran fasilitas nuklir Yongbon.
Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, Pyongyang hanya menuntut pencabutan sebagian sanski sebagai imbalan untuk menutup kompleks nuklir utamanya.
Tidak ada kesepakatan yang dicapai saat ini, tetapi tim mereka masing-masing berharap untuk bertemu di lain waktu.
Ditanya apakah dia yakin kedua pihak dapat mencapai kesepakatan, Kim mengatakan kepada wartawan, "Masih terlalu dini untuk mengatakannya, tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa saya pesimis."