Menurutnya, program tersebut merupakan program yang sangat tepat sasaran karena kemampuan penyuluh dan petani menentukan maju tidaknya sektor pertanian Indonesia.
Pak Menteri Pertanian sangat mendukung bagaimana pembangunan pertanian Bulukumba maju dari hulu ke hilir, terkoneksi antara dengan pasar dan pembiayaan.
Untuk menunjang hal tersebut sebanyak 90 orang penyuluh juga dibekali Pelatihan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani yang berisi penguataan kapasitas kelembagaan.
Petani milenial memiliki jiwa yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga tak terlalu kaku dalam melakukan identifikasi dan verifikasi teknologi.
Ketahanan pangan juga diikuti dengan meningkatkan nilai tambah dan perluasan pasar pangan khususnya pangan lokal untuk kebutuhan makanan pengganti beras dan stamina tubuh atau kesehatan.
Program utama pada 2022 adalah penyediaan pangan dan peningkatan daya saing dengan menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas.
Kementan berperan aktif dalam menyiapan SDM Pertanian melalui pelatihan agar mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan Program Food Estate secara efektif.
SDM pertanian juga berkontribusi besar pada peningkatan produktivitas, selain inovasi teknologi dan regulasi.
Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan upaya diversifikasi pangan dengan berfokus pada pangan lokal sumber karbohidrat non beras.
Anggota Komisi IV DPR RI Sutrisno menyampaikan, dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, 38 juta diantaranya adalah petani. Dengan persebaran 12.4 juta berpendidikan di atas Sekolah Dasar (SD) dan 25.6 juta berpendidikan di bawah SD.