Ketika dua objek hadir bersamaan, otak tidak mempercepat ritme untuk mengimbangi, tapi membaginya. Masing-masing objek hanya mendapat “jatah” sekitar 4 kilatan per detik, bukan 8. Ini menjelaskan kenapa multitasking memperlambat respons.
Penelitian terbaru dari Duke University mengungkap bahwa otak bisa mendeteksi sinyal kimia dari bakteri usus dalam waktu nyata, dan sinyal ini dapat langsung memengaruhi perilaku kita, termasuk nafsu makan, hanya dalam hitungan menit.
Menurut Dr. Marc Milstein, peneliti otak dan penulis buku The Age-Proof Brain, usia otak tidak selalu sejajar dengan usia biologis. Kabar baiknya, otak yang muda dan tajam bukan sekadar anugerah genetik—ada kebiasaan harian yang bisa Anda lakukan untuk mencapainya.
Hari Otak Sedunia atau World Brain Day kembali diperingai hari ini, 22 Juli 2025. Peringatan ini sebagai pengingat global akan pentingnya menjaga kesehatan otak dan sistem saraf di tengah tantangan hidup modern.
Catur bukan sekadar permainan strategi di atas papan kotak-kotak. Di balik setiap gerakan bidak, tersembunyi manfaat luar biasa bagi kesehatan otak dan mental.
Di balik kelezatan makanan cepat saji, tersimpan dampak yang jarang disadari terutama pada fungsi otak manusia
Penelitian ini menunjukkan bahwa erythritol dapat langsung memengaruhi sel-sel pembuluh darah di otak, meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung — bahkan setelah paparan dalam dosis kecil.
Kini, penelitian dari Clemson University dan Loyola University menunjukkan bahwa potongan DNA itu mungkin memengaruhi cara otak kita bekerja—termasuk kecenderungan terhadap spektrum autisme.
Tapi kenapa waktu terasa makin melesat seiring bertambahnya usia? Ilmuwan kini punya jawaban yang menarik, dan penjelasannya jauh dari sekadar perasaan subjekti
Pernahkan Anda tiba-tiba merasa “mentok” saat berpikir keras? Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa mental fatigue atau kelelahan mental bukan sekadar rasa capek biasa