Tim peneliti yang dipimpin oleh neurolog Michelle Chen dari Rutgers Institute for Health menemukan bahwa memendam stres secara signifikan mempercepat kerusakan memori. Setiap peningkatan dalam kebiasaan internalisasi stres berkorelasi dengan laju kehilangan ingatan yang setara dengan efek stroke ringan.
Mengapa Otak Butuh Waktu Istirahat dan Melamun? Ini Kata Ilmuwan
Pernah merasa susah fokus, mudah lupa, atau lemot dalam berpikir? Otak yang tajam bukan hanya soal genetik atau usia, tapi juga soal asupan harian.
Penuaan kognitif mungkin bermula dari penurunan performa ‘pabrik protein’ di dalam sel otak, jauh sebelum gejala pertama muncul.
Inilah beberapa dampak buruk dari tidur berlebihan dalam satu hari
Penemuan ini memberi harapan baru dalam pencarian terapi efektif untuk Alzheimer, penyakit neurodegeneratif yang hingga kini belum memiliki obat penyembuh.
Sebuah analisis berskala besar yang melibatkan hampir 30 juta orang di seluruh dunia mengungkap bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara – terutama dari emisi kendaraan – berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.
Ketika dua objek hadir bersamaan, otak tidak mempercepat ritme untuk mengimbangi, tapi membaginya. Masing-masing objek hanya mendapat “jatah” sekitar 4 kilatan per detik, bukan 8. Ini menjelaskan kenapa multitasking memperlambat respons.
Penelitian terbaru dari Duke University mengungkap bahwa otak bisa mendeteksi sinyal kimia dari bakteri usus dalam waktu nyata, dan sinyal ini dapat langsung memengaruhi perilaku kita, termasuk nafsu makan, hanya dalam hitungan menit.
Menurut Dr. Marc Milstein, peneliti otak dan penulis buku The Age-Proof Brain, usia otak tidak selalu sejajar dengan usia biologis. Kabar baiknya, otak yang muda dan tajam bukan sekadar anugerah genetik—ada kebiasaan harian yang bisa Anda lakukan untuk mencapainya.