Jokowi mengatakan ASEAN perlu menjadi jangkar perdamaian dunia karena dunia global saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Disaat bumi semakin panas, akibat perubahan iklim, disaat terjadinya disrupsi rantai pasok global (global suppy chain). Karenanya diharapkan Parlemen dapat berperan dan responsif dalam menjawab berbagai tantangan, serta berkontribusi mengatasinya.
Pada kesempatan ini di forum AIPA ini kami juga berharap semuanya dari negara-negara ASEAN yang hadir pada kesempatan ini, 9 ketua DPR bisa juga mendorong terkait dengan bagaimana Myanmar segera menyelesaikan permasalahan yang ada di negaranya dengan damai sesuai dengan kesepakatan ASEAN yang sudah disepakati.
Sidang AIPA yang dimulai pada tanggal 7 Agustus akan dibuka oleh Presiden Jokowi (pada hari Senin) dan dihadiri 9 Ketua DPR dari ASEAN dan juga ada dari negara-negara observer.
Dalam kesempatan ini, saya dan Bapak Vuong Dinh Hue menekankan arti penting kerja sama antara kedua negara, serta mendukung soliditas ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, melalui dukungan diplomasi parlemen.
BKSAP DPR berharap Sidang Umum AIPA ke 44 yang akan dilaksanakan di Jakarta dapat berjalan dengan baik, sukses dan lancar seperti yang diinginkan.
Di Indonesia sendiri (keterwakilan perempuan) masih skornya di dunia masih agak rendah dalam kersetaraan gender. Sedangkan di ASEAN untuk skor itu kita sebut dengan GII memang masih kurang.
Baru saja kita membahas dengan Dubes Indonesia di Vietnam, pak Deni. Itu menyangkut persiapan kedatangan Ketua Majelis Nasional Vietnam ke Indonesia, yang akan dilaksanakan atau akan hadir pada tanggal 4 Agustus.
SIUM AIPA ini sejalan dengan Keketuaan Indonesia di KTT Asean. Penyelenggaraan ini sudah kita persiapkan jauh-jauh hari dan sebaik mungkin sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pimpinan DPR. Bahwa kita mempersiapkan bukan hanya substansi, tapi juga penyelenggaraan ini harus benar-benar dipersiapkan secara baik.