Memasuki siang hari, wilayah Jakarta Selatan diprediksi diguyur hujan dengan intensitas yang cukup ringan.
Berdasarkan pantauan BMKG, Fenomena El Nino sudah terjadi di wilayah Jateng. Fenomena ini ditandai dengan cuaca kemarau dan turunnya curah hujan.
Hal itu berdasarkan data perkiraan cuaca yang diunggah BMKG melalui website resminya.
BMKG peringatkan potensi ketinggian gelombang laut di sebagian besar perairan Bali yang mencapai 2,5 meter sampai 5 JUni mendatang
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di sebagian wilayah Jakarta, Rabu (24/5).
Kondisi iklim ke depan (musim kemarau), seperti yang sudah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) prakirakan akan terjadi kemarau yang ekstrim (El Nino).
Kita ketahui cuaca panas sedang melanda sebagian besar wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Pemerintah harus bisa mengantisipasi lewat berbagai kebijakan dan program agar cuaca ekstrem seperti ini tidak merugikan masyarakat.
Bukan kali ini saja peneliti BRIN memunculkan kasus kontroversial yang menimbulkan geger di masyarakat, yakni ancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah oleh APH. Kehebohan sebelumnya adalah pernyataan peneliti BRIN bahwa akan ada badai dahsyat karena cuaca ekstrim di Jabodetabek. Padahal kewenangan mengumumkan secara resmi soal itu ada di BMKG. Pernyataan tersebut dibantah BMKG dan nyatanya terbukti tidak ada.
Bergeser ke kota besar di Pulau Jawa, secara umum berpotensi hujan dengan intensitas ringan di Kota Serang, Kota Jakarta Pusat, Kota Semarang, dan Surabaya.
Diprakirakan hujan dengan intensitas ringan terdapat di Kota Serang, Kota Jakarta, Kota Semarang, dan Kota Yogyakarta.