Indonesia ini sebenarnya sudah mewanti-wanti, sudah mempunyai strategi, pada saat terjadi konflik di Rusia-Ukraina pun sudah bersiap-siap seandainya dalam kondisi yang darurat ekonomi global mengalami satu permasalahan yang serius, Indonesia akan melakukan fokus dalam negeri.
Bila tidak terelakkan, tentu Indonesia harus bersiap, utamanya kesiapan rantai pasokan minyak dari Azerbaijan dan Saudi menghadapi kemungkinan konflik di Selat Hormuz.
Kondisi ini semacam triple shock karena terjadi di tengah kebutuhan migas dalam negeri yang naik di saat momentum bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, serta naiknya dolar AS terhadap Rupiah yang menembus angka Rp 16.000 per dolar.
Merasa Dirugikan, Israel Mempersiapkan Serangan di Wilayah Lain di Luar Gaza
Kekurangan Pertahanan Udara, Kota Kedua Ukraina Rentan terhadap Bom Rusia
Kremlin Sebut Perjanjian Damai yang Dibatalkan Bisa Menjadi Dasar Perundingan dengan Ukraina
AS Sebut Tidak akan Terlibat Perang dalam Konflik Bersenjata Iran-Israel
FBI Khawatirkan Kemungkinan Serangan Terkoordinasi di AS setelah Pembantaian di Rusia
Serangan Udara Terbaru Rusia Hancurkan Pembangkit Listrik Utama di Kyiv
Biden Sebut Pendekatan Netanyahu terhadap Perang di Gaza adalah Sebuah Kesalahan