Kesepakatan ini muncul usai pertemuan kedua pejabat militer tersebut di Beijing, pada Sabtu (17/8) kemarin
Kim Jong Un kembali memantau langsung uji coba rudal keenam, yang diluncurkan Pyongyang pada Jumat (16/8) kemarin.
Proyektil ini merupakan yang keenam peluncuran dalam waktu kurang dari tiga minggu.
Rencana menempatkan rudal di Asia sudah tercium tak lama setelah Washington menarik diri dari pakta senjata era Perang Dingin.
Sebuah perusahaan Singapura didakwa pada Kamis (15/8) karena memasok lebih dari SGD$600.000 barang-barang mewah ke Korea Utara (Korut) melalui Dalian, China.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in meminta Jepang menyadari masa lalunya sebagai negara penjajah Korsel di masa perang.
Sejumlah ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang menyelidiki 35 kasus di 17 negara, di mana warga Korea Utara (Korut) menggunakan serangan siber untuk mengumpulkan uang secara ilegal
Kwon menuduh Korea Selatan berusaha menyamarkan niat latihan militer dengan mengubah nama mereka dari "Aliansi 19-2" menjadi "Latihan Pos Komando Gabungan Korea Selatan-AS di babak kedua."
Trump mengatakan, Kim Jong un sudah mengiriminya surat yang meminta pertemuan untuk memulai negosiasi antara Washington dan Pyongyang.
Peluncuran pada Sabtu juga merupakan peluncuran kelima sejak 25 Juli, ketika juga menembakkan dua rudal jarak pendek.