Maraknya konflik yang terjadi di berbagai dunia disebabkan oleh aksi terorisme atau kelompok radikal. Tentu, hal itu perlu didorong peran serta sejumlah negara untuk melakukan gerakan kemanusiaan.
Mayoritas konflik horizontal yang terjadi, pada umumnya dipicu konflik non agama yang diagamakan. Namun, sebagai umat beragama banyak yang terjebak dan menyederhanakan konflik horizontal sebagai konflik agama.
Pengadaan senjata yang dilakukan Korps Brimob untuk pengendalian massa (dalmas) di wilayah yang masih rawan konflik
Hizbullah, sebuah gerakan politik dan militer, adalah pemain utama dalam konflik Suriah.
Pemerintah Rusia meminta semua pihak agar tetap tenang di tengah konflik Amerika Serikat dan Korea Utara.
Jenderal tertinggi Myanmar menyalahkan etnis Rohingya atas konflik menyebabkan ratusan ribu orang menyeberang ke Bangladesh.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bak reinkarnasi atau terlahir kembali setelah dilanda konflik internal yang berkepanjangan.
Konflik maupun aksi kekerasan dan terorisme juga menjadi tantangan lain yang dihadapi dalam pembangunan berkelanjutan.
Nuning menyampaikan langkah pengusiran dubes Myanmar dari Indonesia bukan langkah yang strategis dalam merespons konflik kekerasan di Rohingya
GP Ansor menilai tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya merupakan konflik geopolitik, khususnya pertarungan kuasa dan kekuasaan.