Pemimpin 78 tahun mengungkapakan bahwa masalah Washington dengan Republik Islam Iran bukanlah pada masalah nuklir, melaikan masalah lain.
Trump mengulangi sikap kerasnya pada kesepakatan itu, mengatakan bahwa pihaknya gagal mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir atau mendukung terorisme di kawasan itu.
Obama menilai keputusan Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran, dapat menimbulkan akibat yang fatal.
Tehran dapat tetap dalam kesepakatan nuklir 2015 tanpa Amerika Serikat (AS) jika kepentingannya dijamin, jika tidak, ia memiliki rencana lain.
Kesepakatan yang diteken pada Senin (7/5) untuk usaha dengan $2 miliar itu memperkuat posisi Nestle sebagai perusahaan kopi terbesar di dunia
menghimbau adanya kesepakatan antara pengusaha dan pekerja dalam menerapkan cuti fakultatif dengan memperhatikan kebutuhan operasional perusahaan itu sendiri.
Iran siap menerima keputusan apapun dari Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan akan mundur dari perjanjian nuklir.
Antonio Guterres memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat, supaya tidak membatalkan kesepakatan nuklir Iran.
Presiden Moon Jae-in tidak ingin mengaitkan kehadiran militer Amerika dengan kesepakatan damai Korea Utara.
Presiden AS Donald Trump berencana mengumumkan apakah akan menarik diri dari kesepakatan pada 12 Mei.