Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa pelestarian kesepakatan nuklir Iran sangat penting bagi keamanan internasional.
Departemen Keuangan menjatuhi enam orang Iran dan tiga perusahaan yang terkait dengan IRGC, yang menangani "ratusan juta" dari dollar dalam transaksi pertukaran
Presiden AS mengklaim negara lain merespons positif langkah yang diambilnya.
Marah dengan keputusan Trump untuk menarik diri, anggota parlemen Iran mengatakan bahwa langkah itu dapat mengarah pada kebangkitan program nuklir Teheran.
Trump mengatakan kepada wartawan tentang rencana itu sekitar 24 jam setelah secara resmi menarik diri dari perjanjian era Obama, menyebutnya kesepakatan yang cacat.
Ini adalah serangan pertama sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan keluar dari kesepakatan nuklir Iran.
Pemimpin 78 tahun mengungkapakan bahwa masalah Washington dengan Republik Islam Iran bukanlah pada masalah nuklir, melaikan masalah lain.
Trump mengulangi sikap kerasnya pada kesepakatan itu, mengatakan bahwa pihaknya gagal mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir atau mendukung terorisme di kawasan itu.
Obama menilai keputusan Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran, dapat menimbulkan akibat yang fatal.
Tehran dapat tetap dalam kesepakatan nuklir 2015 tanpa Amerika Serikat (AS) jika kepentingannya dijamin, jika tidak, ia memiliki rencana lain.