Partai Golkar telah memutuskan untuk menunjuk saudara haji Lodewijk Paulus sebagai calon wakil ketua DPR menggantikan saudara Azis Syamsudin.
Siapapun yang akan dipilih adalah hak prerogatif Ketua Umum Golkar, Bapak Airlangga Hartarto. Tentu Pak Airlangga sudah mempertimbangkan berbagai aspek, siapa yang paling layak menggantikan Azis Syamsuddin.
Diam-diam, Menko Perekonomian itu menyiapkan calon lain untuk menggantikan Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Ketua DPR RI, Puan Maharani akan memimpin jalannya konferensi pers yang mengumumkan pengganti Azis Syamsuddin tersebut.
Mantan Danjen Kopassus ini dinilai memiliki kelebihan dibanding kandidat-kandidat lain di partai beringin untuk menggantikan posisi Wakil Ketua DPR RI yang dulu dipegang Azis Syamsuddin.
Sampai hari ini kita belum ada surat masuk, ya karena mungkin itu berproses sesuai mekanisme yang ada di partai Golkar.
Nah kalau untuk pergantian Pimpinan DPR itu mekanismenya ada di UU MD3 dan itu diserahkan sepenuhnya ke partai asal, partai Golkar.
Mengenai masalah apakah mengganggu kinerja pimpinan, saya sampaikan tidak, bahwa dalam pimpinan DPR yang bersifat kolektif kolegial itu adalah mekanisme dalam rapat pimpinan untuk mendelegasikan PLT, bukan baru kali pertama.
Azis diduga telah menyuap oknum penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan rekannya yang merupakan seorang Pengacara, Maskur Husain sebesar Rp3,1 miliar dari kesepakatan awal Rp4 miliar.
Suap diberikan Azis untuk menghentikan perkara yang ditengarai melibatkan dirinya beserta kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.