Sebuah serangan bom bunuh diri yang diklaim oleh IS di luar bandara Kabul pada hari Kamis menewaskan puluhan orang yang berharap untuk melarikan diri dari negara itu, serta 13 anggota layanan AS.
Serangan ini terjadi ketika AS sedang bergegas menyelesaikan penarikan pasukan dari Afghanistan, sebelum batas waktu berakhir pada Selasa (31/8) besok.
Di Kabul, saksi mata melaporkan ledakan besar mengguncang lingkungan tempat kendaraan diparkir dan tayangan televisi menunjukkan asap hitam membubung ke langit.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tiba di Pangkalan Angkatan Udara Dover pada Minggu (29/8), untuk menghormati anggota militer yang tewas dalam serangan bom bunuh diri, selama evakuasi warga sipil dari Afghanistan pekan lalu.
Militer Suriah membombardir kantong pemberontak terakhir di kota Deraa pada Minggu (29/8). Serangan itu menewaskan sedikitnya enam orang, dalam salah satu serangan paling mematikan.
Serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) pada Minggu (29/8), menghantam salah seorang pembom bunuh diri di sebuah kendaraan, yang bertujuan menyerang bandara Kabul.
Rusia mengutuk serangan teroris di bandara Kabul Afghanistan yang menewaskan sedikitnya 90 orang termasuk 13 tentara Amerika Serikat.
Serangan tersebut dilakukan sehari setelah bom bunuh diri di bandara Kabul, yang menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan.
Dua ledakan menghantam gerbang bandara Kabul yang padat pada Kamis (26/8), menewaskan 13 pasukan Amerika Serikat dan 60 warga Afghanistan, serta melukai ratusan orang lainnya.
Pembom bunuh diri menyerang kerumunan orang yang berkumpul di luar bandara Kabul berharap untuk melarikan diri dari Afghanistan yang dikuasai Taliban.