Balon China, yang dibantah Beijing sebagai kapal mata-mata pemerintah, terbang selama seminggu di atas AS dan Kanada sebelum Presiden Joe Biden memerintahkannya untuk ditembak jatuh.
Laporan itu menuduh China melakukan penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif di provinsi Xinjiang yang berpenduduk mayoritas Muslim.
Anggaran Kereta Cepat Bengkak, Ini Penjelasan Erick Thohir
Raisi mimpin delegasi besar ke China atas undangan Presiden Xi Jinping.
Itu adalah benda terbang keempat yang ditembak jatuh di atas Amerika Utara oleh rudal AS dalam waktu lebih dari seminggu.
AS mengatakan balon itu dilengkapi untuk mendeteksi dan mengumpulkan sinyal intelijen, tetapi Beijing bersikeras itu adalah pesawat cuaca yang terbang keluar jalur.
Pesawat milik Palang Merah China (Red Cross Society of China/RCSC) itu mendarat di Bandar Udara Internasional Damaskus pada Kamis malam waktu setempat.
Balon itu berukuran tinggi sekitar 60 meter (200 kaki) dan membawa paket sensor panjang di bawahnya.