Iran telah membeli 16,8 juta dosis vaksin COVID-19 dari COVAX, sebuah kelompok multi-lembaga yang didedikasikan untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Kesepakatan penting tahun 2015 telah digantung sejak keputusan Donald Trump untuk menarik diri darinya pada tahun 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.
Washington akan mengikuti dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk perjanjian yang lebih luas untuk membatasi pengembangan rudal Iran dan kegiatan regional.
Zarif juga merujuk pada pemilihan umum di Iran pada Juni nanti. Jika seorang presiden garis keras terpilih, kondisi ini bisa semakin membahayakan kesepakatan.
Pakta nuklir atau yang dikenal dengan sebutan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) tidak dicapai dengan mudah karena dicapai setelah dari 10 tahun upaya diplomatik.
Pemerintah Iran menolak usulan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tentang perlunya kesepakatan nuklir baru dengan Teheran.
Berdasarkan rencana tersebut, 60 cadangan minyak strategis (SPR), masing-masing dengan kapasitas untuk menyimpan 500.000 barel, akan dibangun di pulau Qeshm di Teluk Persia.
Paktan nuklir, yang lebih dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani pada 2015 oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China, Prancis, Rusia, Inggris dan AS ditambah Jerman.
Iran mengklaim telah menangkap seorang pria berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat-Iran, yang dituding sebagai mata-mata.
Iran mendesak Presiden Amerika Serikat Joe Biden segera mencabut sanksi ekonomi, yang dikatakan menghambat negara tersebut melawan pandemi Covid-19.