Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengecam keras kasus perbudakan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) penangkap ikan berbendera China.
Para ABK tersebut nantinya akan diberikan surat jalan/surat keterangan yang menyatakan sehat/negatif dari Covid-19 sehingga bisa pulang ke kampung halaman.
Saham emiten GIAA ini melesat 4,04 persen atau 8 poin ke level Rp206 pada penutupan pasar, Rabu (6/5/2020)
Pengawasannya yang selama ini dinilai lemah, peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diserukan agar dikembalikan saja ke Bank Indonesia (BI).
Edhy juga mengatakan akan melakukan pengecekan terkait dokumen dan kontrak, para ABK Indonesia yang diduga mengalami eksploitasi
Sebelumnya, ribuan pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai ABK di kapal-kapal pesiar juga menjadi korban penularan virus corona baru (COVID-19), baik tertular penyakitnya maupun kehilangan pekerjaannya.
Kementerian Luar Negeri RRT menerangkan, pelarungan telah dilakukan sesuai praktek kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya.
Amunisi anyar ini dijual sangat terbatas, yaitu hanya 24 unit dan dibanderol dengan harga Rp799 juta off the road
Irfan mengatakan, perseroan sudah mempersiapkan pengoperasiannya sejak beberapa hari yang lalu
Salah satu yang kemarin menjadi sentiment negatif adalah berita memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan China