Para petani di seluruh daerah harus mulai memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi yang ada untuk meningkatkan produksi.
Kerjasama tersebut meliputi korporatisasi petani yang memiliki alur kerja integrasi dari petani kecil hingga koprasi berskala besar.
Pasar tani juga menjadi wadah untuk memberdayakan para petani dalam menjual hasil kebunnya.
Insan pertanian harus meningkatkan produktivitas, serta menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah agar kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk Indonesia terpenuhi.
Kementan memberikan bantuan sarana dan prasarana pasca panen berupa motor roda tiga, keranjang panen, terpal plastik dan ember pencucian sebagai program peningkatan nilai tambah bagi para petani.
Kementerian ATR juga harus menyelesaikan konflik agraria seluas 557 hektar antara PTPN II dengan masyarakat petani di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Tujuan Kostratani ini adalah menggerakan penyuluh pertanian yang ada di tingkat kecamatan agar lebih proaktif mendampingi petani agar memiliki semangat melaksanakan kegiatan mengolah lahan secara optimal.
Koperasi yang yang dibentuk oleh Pertanu kemudian turun langsung Ke Petani Kelapa dan pengumpul kepala, kopra, dan arang batok kelapa
Dengan dukungan teknologi, kaum milenial bisa menjadi petani handal tanpa harus takut kotor
Penyebaran virus corona atau Covid-19 di dunia, termasuk ke Indonesia berdampak ke sejumlah sektor usaha di Tanah Air.