Kurun 3 tahun terakhir Kementan terus berupaya menggeliatkan bawang putih nasional melalui skema APBN, wajib tanam importir dan swadaya petani.
Indonesia juga memiliki bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi berbagai makanan unik.
Selanjutnya Gunariadi pernah mengusulkan kepada Bupati Kerinci untuk membuat suatu pengembangan kopi organik (non pestisida)
Sayangnya, petani Indonesia justru cenderung menjual bawang putih yang siung besar dengan dalih harganya lebih tinggi. Sedangkan yang siung kecil, sekitar 1 gram, dijadikan benih untuk budi daya.
Selain sebagai wadah konsultasi, Klinik PHT juga mengadakan pengembangan bahan pengendali OPT ramah lingkungan seperti agens hayati dan pestisida nabati.
Kendala yang dihadapi saat ini adalah perpipaan belum kurang lancar karena adanya pembangunan jaringan, serangan OPT seperti ulat penggulung daun dan penggerek polong
Terbukanya peluang ekspor produk daun tanaman yang memiliki nama ilmiah Xanthosoma undipes K.kock alas beneng membuat petani Kabupaten Pandeglang giat membudidayakan talas beneng.
Penyuluh harus tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik.
Kebutuhan akan saling bertemu atau bersilaturahmi, bertukar fikiran, bertukar informasi dan pengalaman antar petani mendesak untuk dilakukan
Dengan bermodalkan biaya produksi sekitar Rp100 juta per hektare, petani dapat mengantongi keuntungan sekitar Rp125 juta per hektare.